Rabu, 30 September 2009

Apa itu Marketing PR ???







Definisi Marketing PR
Marketing public relations adalah proses merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi program yang mendorong pembelian dan kepuasan pelanggan melalui komunikasi informasi dan impresi yang kredibel. Seperti halnya iklan, hubungan masyarakat (public relations) juga menjadi kiat pemasaran penting. Perusahaan tidak hanya harus berhubungan secara konstruktif dengan pelanggan, pemasok dan penyalur, namun juga harus berhubungan dengan kumpulan kepentingan masyarakat besar. Banyak perusahaan kini membentuk Divisi Marketing Public Relations untuk mempromosikan dan menjaga citra perusahaan atau produknya. Dengan mengikuti training ini, diharapkan para peserta dapat memahami strategi dan teknik-teknik menjalankan Marketing Public Relations secara efektif dan terintegrasi guna memperoleh hasil maksimal.


Public Relations, seberapa penting unutk diperhatikan ?
Dalam manajemen umum kita mengenal istilah MBO (Management by Objective) yang secara formal disebut Total Management System. Dalam konteks Public Relations, Manajemen Public Relations lebih menekankan pada hasil akhir dibandingkan evaluasi kinerja suatu proyek.
Beberapa prinsip-prinsip yang dapat diterapkan dalam menerapkan sistem MBO ke dalam Manajemen Public Relations, antara lain :
Public Relations merupakan suatu hal vital dalam perusahaan. Vital karena berhubungan dengan kemampuan membentuk opini. Dalam hal ini seorang manajer dan Direksi harus memiliki keterampilan dalam bidang Public Relations untuk memberikan opini, pandangan yang berkaitan dengan bidangnya dan berhubungan dengan citra perusahaan. Public Relations dapat diformalkan menjadi Departemen/Divisi jika bidang komunikasi yang harus ditangani sudah meluas dan perusahaan sudah berkembang pesat.
Tugas Public Relations bagi perusahaan adalah mengumpulkan fakta dan memberikan masukan kepada pihak perusahaan, misalnya pemberian data bagi pimpinan untuk persiapan rapat umum pemegang saham.
Cara kerja Public Relations harus berdasarkan skala prioritas, Public Relations bekerja berdasarkan program yakni program mana yang menjadi prioritas dan sangat mendesak.
Evaluasi kegiatan Public Relations, melalui Self Evaluation (bagaimana kinerja Public Relations dapat dinilai secara internal oleh karyawannya) dan Polling (bagaimana citra perusahaan di mata masyarakat).
Sumber-sumber Public Relations harus dapat dimanfaatkan. Pengertian sumber tidak hanya internal Public Relations melainkan dari bagian/departemen lainnya. Data tersebut diharapkan dapat dipakai kapan saja. Untuk perusahaan yang besar dibutuhkan dana publikasi yang cukup banyak untuk diinformasikan luas kepada khalayak.
Seberapa jauh kontribusi Public Relations pada tujuan akhir perusahaan ? Setiap personil yang memberikan input kepada Public Relations dapat diolah menjadi rencana jangka panjang dan rencana jangka pendek perusahaan. Dalam hal ini Public Relations tidak memiliki blue print atau standar tertentu tetapi lebih didasarkan pada program yang cocok dengan perusahaan.

Strategi Public Relations
keberadaan Public Relations bagi sebuah perusahaan adalah sangat penting, apalagi bagi sebuah perusahaan rokok yang sudah bertaraf internasional seperti PT HM Sampoerna Tbk, yang pada beberapa tahun terakhir banyak mengalami tekanan-tekanan baik dari badan-badan pemerintah maupun LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), tekanan tersebut berupa adanya peningkatan pajak, adanya Peraturan Pemerintah yang mengatur tentang kadar kandungan nikotin dan tar; persyaratan produksi dan penjualan rokok; persyaratan iklan dan promosi rokok; penetapan kawasan tanpa rokok. (Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 81 Tahun 1999). Dengan adanya Peraturan Pemerintah dan tekanan-tekanan yang semakin kuat dari badan-badan pemerintah dan Lembaga Swadaya Masyarakat maka bisa mempengaruhi prestasi perusahaan PT HM Sampoerna Tbk untuk meraih keuntungan. Adanya pembatasan-pembatasan tersebut pada akhirnya akan mengarah pada larangan iklan dan promosi secara menyeluruh. Sedangkan kehidupan perusahaan bergantung pada keharusan penjualan yang lebih luas sehingga diperlukan suatu sistem komunikasi dengan beribu-ribu bahkan berjuta-juta calon pembeli potensial, maka disini Public Relations perlu merubah perannya dalam mempromosikan corporate, dengan menerapkan suatu strategi Public Relations untuk dapat mempromosikan perusahaan dalam mencapai tujuan bersama dari organisasi perusahaan tersebut.
Penelitian ini dilakukan di Departemen Public Relations Indonesian Cigarette Business Unit- PT HM Sampoerna Tbk. Plant Rungkut 1 di Surabaya, dimana penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk strategi yang digunakan oleh PT HM Sampoerna Tbk dalam melakukan promosi setelah adanya pembatasan iklan rokok yang diatur dalam Peraturan Pemerintah. Untuk memperoleh data-data yang menunjang dilapangan maka peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi setelah data diperoleh dari teknik tersebut, maka dimasukkan dan dianalisa dengan teknik analisa deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan kondisi-kondisi yang terjadi pada saat penelitian.Populasi penelitian ini adalah Departemen Public Relations Indonesian Cigarette Business Unit. Sedangkan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling.
Adapun hasil penelitian ini yaitu Strategi Public Relations dalam menghadapi Peraturan Pemerintah yang mengatur persyaratan iklan dan promosi rokok yang digunakan oleh PT HM Sampoerna Tbk yaitu dengan menggunakan Strategi Marketing Public Relations yaitu kiat dan teknik promosi penjualan dan pengenalan produk atau perusahaan yang memadukan kekuatan publisitas dengan pendekatan teknik-teknik jurnalistik dan pemanfaatan saluran khusus dengan mengadakan kegiatan atau event yang mengandung unsur penerangan tentang informasi produk-produk baru dan hingga upaya mempengaruhi atau menciptakan opini publik yang menguntungkan.
Dalam melaksanakan strategi tersebut PT HM Sampoerna melakukan perubahan struktur organisasi dengan menempatkan Public Relations pada posisi yang tinggi langsung dibawah Managing Director atau pembuat keputusan / kebijakan dan terdiri dari dua bagian yaitu PR Event dan PR Media Relations. Dan selain itu untuk menyiasati adanya pelarangan iklan yaitu dengan melakukan branding / pemasangan merek pada seluruh kendaraan Sampoerna yang bertujuan untuk meningkatkan brand awareness / kesadaran merek dari seluruh karyawan dan masyarakat luas. Selain itu untuk menciptakan identitas perusahaan dan image perusahaan yang baik, Departemen Public Relations Indonesian Cigarette Business Unit juga melaksanakan program Signage/rambu perusahaan yang bertujuan untuk menyeragamkan rambu yang ada di perusahaan. Disamping itu untuk menjalin komunikasi antara perusahaan dan masyarakat luas atau konsumennya Sampoerna mendirikan House of Sampoerna yang didalamnya dijelaskan tentang sejarah Sampoerna dan proses pembuatan rokok Sigaret kretek tangan yang bertujuan untuk meningkatkan brand awareness dari seluruh masyarakat.

Pemilihan media promosi
Iklan pada dasarnya adalah bentuk komunikasi antara produsen dengan konsumen yang bertujuan untuk menyebarluaskan informasi mengenai suatu produk tertentu kepada konsumen, dengan harapan setelah mengetahui informasi tersebut dapat mengubah perilaku konsumen. Perubahan perilaku yang diharapkan adalah konsumen menjadi lebih tertarik dengan produk yang diiklankan dan bersdia melakukan pembelian terhadap produk tersebut. Oleh karena itu sebenarnya iklan sangat bermanfaat baik bagi produsen maupun konsumen.Sebagai suatu bentuk komunikasi, terdapat dua pihak yang saling berhubungan, yaitu komunikator dan komunikan. Komunkator adalah pihak yang mengirimkan pesan, sedangkan komunkan adalah pihak yang menerima pesan. Agar suatu komunikasi dapat berhasil, kedua poihak harus mempunyai kesamaan pengalaman ( field of experience ) dan kerangka acuan ( frameof reference ). Slah satu dari perlunya kesamaan dalam pengalaman adalah dalam hal bahasa. Komunikasi antara dua orang dengan bahasa yang berbeda pasti akan sulit terjadi kesamaan pengertian dan pesan yang disampaikan menjadi tidak jelas dan sulit dimengerti oleh pihak yang menerima pesan.Komunikasi akan disebut efektif bila tujuan komunikator tercapai. Tujuan tersebut adalah menjamin pemahaman ( to secure understanding ), membina penerimaan ( to establish acceptance ), dan memotivasi kegiatan ( to motivate action ). Tujuan pertama adalah memastikan bahwa komunikan mengerti atau memahami pesan yang disampaikan oleh komunikator. Setelah komunikator memahami pesan yang disampaikan, maka tujuan kedua yaitu membina penerimaan dapat tercapai. Kemudian tujuan ketiga adalah untuk melakukan kegiatan sesuai dengan yang diharapkan komunikator.Agar iklan yang pada dasarnya merupakan suatu bentuk komunikasi dapat berhasil untuk mencapai tujuannya, iklan iklan harus di desain agar mampu memiliki daya tarik bagi konsumen, mampu membina hubungan yang baik antara komun ikator dengan komunika, yang pada akhirnya mampu mampu mendorong konsumen untuk melakukan produk yang diiklankan.

NEGOTIATION SKILL IN BUSINESS (Teknik Negosiasi dalam Bisnis)
NEGOSIASI MENGARAH PADA KEBERHASILAN MERAIH LABA
Tidak ada pelaku bisnis yang menganut asas berbisnis untuk rugi. Semua ingin untung, lalu siapa yang rugi? Yang rugi adalah mereka yang karena kesalahan sendiri,tidak menguasai teknik negosiasi. Negosiasi pada dasarnya adalah asas memberi dan menerima, memberi sedikit mungkin dan menerima sebanyak mungkin. Seorang negosiator ulung selalu tahu kapan sebaiknya memberi dan kapan harus menerima.
MENUJU KEMAHIRAN DALAM BERNEGOSIASI
Seorang negosiator selalu dituntut untuk selalu tahu kapan sebaiknya memberi dan kapan harus menerima, juga peka melihat situasi dan suasana kapan untuk menekan lawan bicaranya.
Teknik negosiasi bukan hanya dipakai sebagai alat untuk menyudutkan tetapi juga untuk bela diri bila tersudut. Teknik negosiasi tidak mengajarkan teknik pandai bicara, lebih dari itu sebagai teknik yang berakar pada panutan : ?Diam itu EMAS, bicara itu PERAK, tapi tahu kapan harus diam dan kapan harus bicara itulah BERLIAN?.
Negosiasi adalah suatu kegiatan yang unik, ada unsur sains, seni/kiat dan teknik. Lokakarya aktif ini akan menunjukkan kepada anda bagaimana bekerjasama daripada agak bersaing dengan pihak lain untuk mendapatkan hasil yang baik bagi kedua pihak.
Studi kasus, latihan, film, dikombinasikan dengan main peran yang direkam dan diputar kembali akan membuat anda berpengalaman dalam tekanan negosiasi dari kedua sisi, sehingga akan melengkapi perencanaan strategi anda dengan hasil akhir tanpa kehilangan laba.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar